Blog

Leaders, Atasi Konflik Karyawan Anda Dengan Bijaksana

Bayangkan adegan ini , tiba-tiba salah satu bawahan Anda menemui Anda dan mengungkapkan kekecewaannya. Dengan penuh emosi, karyawan tersebut mengeluhkan rekan kerjanya dan perseteruan yang sedang ia hadapi. Ia minta Anda sebagai pemimpin untuk segera mengambil tindakan. Apa reaksi Anda?

Wajar jika di kantor terjadi konflik. Bekerja di lingkungan yang kadang penuh persaingan, dengan berbagai karakter dan latar belakang yang berbeda, membuat perbedaan pendapat, perselisihan dan ketidakpuasan sangat mungkin terjadi

Jika sebuah konflik mengganggu kinerja karyawan dan tim, sebagai pemimpin, Andalah yang diharapkan bisa mengatasi konflik tersebut. Dan ingatlah, cara Anda mengatasi konflik tersebut akan mempengaruhi kepemimpinan Anda di mata karyawan.

Berikut adalah langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi konflik antar karyawan.

  1. Dengarkan kedua belah pihak. Untuk memberikan solusi yang tepat, Anda harus tahu persoalan dari berbagai sisi. Dengarkan versi masalah dari tiap karyawan yang terlibat. Membiarkan mereka mengeluarkan pendapat dan perasaan, membantu menenangkan mereka agar lebih siap untuk berkompromi dan negosiasi.
  2. Tunjukkan empati kepada kedua belah pihak. Tunjukkan bahwa Anda mengerti situasi yang sedang terjadi. Hal ini tidak berarti Anda harus setuju dengan pendapat karyawan, tapi tunjukkan bahwa Anda memahami duduk persoalan.
  3. Fokus pada masalah, bukan pada pribadi yang bermasalah. Ingatkan dan jaga agar mereka tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi pada saat ini, tanpa mengaitkan masalah dengan hal-hal yang tidak relevan. Hal ini juga berlaku untuk diri Anda sebagai seorang pemimpin.
  4. Tanyakan pendapat mereka. Tanyakan apa menurut mereka yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Apakah mereka bersedia untuk mendiskusikan masalah mereka? Apakah mereka bersedia untuk melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain? Apa solusi yang diusulkan dari masing-masing pihak?
  5. Be a good sheperd. Tuntun tiap pihak untuk mendapatkan consensus akan konflik mereka. Yakinkan mereka bahwa negosiasi dan kompromi adalah hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan win-win solution.
  6. Buat keputusan. Setelah solusi didapat, buatlah keputusan yang jelas dan tegas, lalu tetap monitor situasi dan perkembangan pasca konflik.

Seperti yang telah disebutkan di awal, konflik di kantor adalah hal yang wajar. Namun, sangat penting untuk mengatasinya dengan efektif karena konflik bisa berdampak bagi kinerja tim secara keseluruhan. Konflik berkepanjangan bisa berdampak negatif bagi hubungan antar karyawan dan suasana kerja.

Remember! Setiap konflik harus diakhiri dengan keputusan Anda sebagai seorang pemimpin. So, buatlah keputusan karena seorang pemimpin dinilai dari keputusan yang ia ambil. Dengan tidak membuat keputusan, Anda sebenarnya telah membuat keputusan yang bernama “Tidak Ada Keputusan!”

Chandra Ming (CEO of Mingholdings)

Dear Leaders, Hindari Virus Stress!

Banyak penelitian membuktikan bahwa tekanan pekerjaan yang berlebihan bisa mengakibatkan stress. Stress berkepanjangan bisa menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Orang yang bekerja dengan tingkat stress tinggi punya kemungkinan terkena serangan jantung 2 kali lipat dibandingkan dengan orang yang bekerja dengan tingkat stress rendah. Stress bahkan bukan tidak mungkin bisa menimbulkan penyakit berbahaya lainnya seperti stroke dan kanker.

Stress sering dikaitkan dengan posisi pemimpin. Seorang pemimpin dituntut untuk terus melatih kepemimpinannya terhadap bawahan. Ia tidak saja bertanggung jawab terhadap perusahaan tetapi juga terhadap karyawan yang dipimpin. Pemimpin juga sering dituntut untuk menyelesaikan konflik dan mengambil keputusan dalam waktu singkat. Singkatnya, banyak faktor pencetus stress seorang pemimpin.

Ironisnya, semakin tinggi tingkat stress yang dihadapi seorang pemimpin, pada akhirnya akan semakin besar pula kerugian yang ditanggung perusahaan tempat ia bekerja. Penelitian yang dilakukan The National Mental Health Association (NMHA) bahkan menyatakan bahwa rata-rata perusahaan di Amerika menghabiskan sekitar $150 milyar pertahun untuk menangani masalah kesehatan karyawan yang disebabkan oleh stress.

Stress adalah bagian dari resiko pekerjaan, namun penting untuk mengenali dan mengelola stress tersebut sehingga tidak berkepanjangan.

Apakah Anda sedang mengalami stress? Jawab pertanyaan berikut ini untuk mengetahuinya.

  1. Apakah Anda sering berangkat ke kantor dengan terburu-buru dan panik?
  2. Apakah Anda sering makan siang di meja atau bahkan lupa makan untuk menyelesaikan pekerjaan?
  3. Apakah Anda sering merasa terlalu letih untuk melakukan aktifitas sesudah jam kerja?
  4. Apakah Anda sering mengingat kembali pekerjaan dan persoalannya sebelum tidur?
  5. Apakah Anda sering bermimpi tentang pekerjaan Anda?
  6. Apakah Anda sering menunda liburan karena terlalu sibuk?

Jika jawaban Anda kebanyakan adalah Ya, kemungkinan besar Anda telah “terinfeksi” virus stress tanpa Anda sadari. Sebuah penelitian dari American Stress Institute (AIS) bahkan menambahkan bahwa gejala gangguan fisik seperti sering sakit kepala, rahang kaku atau nyeri, sakit di bagian leher, sakit punggung dan alergi yang tiba-tiba muncul bisa disebabkan oleh stress yang berkepanjangan

Berikut tips untuk me-reprogram hidup yang telah terinfeksi virus stress.

1. Berdoalah! Sehebat apapun kita, kita tetap ciptaan Tuhan, jadi kembalilah ke hakiki kemanusiaan kita.Ingat, untuk siapa Anda bekerja. Tutup mata Anda dan bayangkan wajah orang-orang yang Anda kasihi – mungkin wajah anak, pasangan atau orang tua – dan pastikan bahwa demi merekalah Anda bekerja.

2. Tuliskan rencana kerja Anda. Selain untuk memaksimalkan waktu, menuliskan rencana kerja juga berfungsi sebagai reminder progress target Anda.

3. Buat prioritas. Hanya ada 24 jam dalam sehari dan Anda tidak mungkin bekerja sepanjang waktu. Jangan ragu untuk mendelegasikan pekerjaan.

4. Hidup sehat dan seimbang. Makan yang sehat, olahraga dan istirahat cukup.

5. Be positive! Cari sisi positif dari tiap tekanan yang datang. Hindari negativity, karena akan menguras energi Anda.

Remember, sebagai seorang pemimpin, di pundak Anda terletak hajat hidup orang-orang yang Anda kasihi, termasuk bawahan Anda. Jika Anda stress berkepanjangan, maka mereka akan jadi korban pertama. So, reprogram hidup Anda sekarang juga!

Chandra Ming (CEO of Mingholdings)

Setelah Anda Jadi Boss

Akhirnya setelah bekerja dengan dedikasi tinggi dan berkontribusi besar terhadap perusahaan, Anda dipercaya untuk memegang jabatan baru yang lebih tinggi. Singkatnya you are the boss now!

Setelah segala euphoria kenaikan jabatan berlalu, Anda kemudian dihadapkan dengan satu kenyataan. Anda tidak mahir memimpin dan mengelola anak buah. Sekian lama bekerja di bawah pimpinan orang lain membuat Anda tidak familiar dengan cara memimpin yang baik.

Anda mungkin karyawan terbaik, namun menjadi seorang pemimpin dan karyawan adalah 2 hal yang berbeda. Hal yang dihadapi seorang pengambil keputusan berbeda dengan hal yang dihadapi seorang karyawan.

Anda bisa konsultasi dengan kolega atau mencari mentor yang bisa memberi bimbingan bagaimana cara memimpin, namun ingat bahwa Anda juga terbentur dengan time frame untuk segera bekerja. Hampir tidak ada waktu untuk melakukan hal tersebut.

Akan lebih cepat jika Anda melakukan hal di bawah ini untuk mulai memimpin.

1. Kenali Pasukan Anda.

Hal pertama yang Anda perlu lakukan adalah dengan mengenali situasi. Kenali siapa tim Anda, budaya kerja mereka dan target yang dicapai. Lalu atur pertemuan dengan mereka dan sampaikan informasi singkat tentang Anda. Biasanya bawahan ingin tahu yang apa yang akan terjadi pada mereka ketika mereka punya atasan baru. Sampaikan pula rencana dan harapan Anda terhadap tim.

2.  Kenali Pribadi Lepas Pribadi.

Atur pertemuan dengan masing-masing anggota tim Anda dan tanyakan hal-hal yang bisa membantu Anda mengerti harapan dan keinginan mereka. Contohnya: “Menurut Anda apa yang harus diperbaiki dari sistem kerja selama ini dan mengapa? Apa kesulitan yang dihadapi selama ini? Apa yang Anda harapkan dari saya?”

3. Tuliskan Hasil Observasi dan Harapan Anda.

Ketika Anda hanya memimpin 10 anak buah, mungkin Anda tidak harus melakukan hal ini karena Anda ingat setiap anak buah Anda. Namun ketika Anda harus memimpin ratusan orang, catatan hasil observasi Anda akan membantu untuk memimpin mereka. Jangan lupa tuliskan target jangka pendek dan panjang. Dan update terus catatan ini dengan kinerja tim, pencapaian target, masalah dan tantangan yang dihadapi.

4. Buat Action Plan untuk mencapai Target.

Langkah selanjutnya adalah dengan menciptakan strategi kerja. Tentukan langkah apa yang harus Anda ambil untuk mencapai target, buat dan patuhi time schedule serta berkomitmen untuk mencapainya. Komentar dan kritik negatif tidak bisa dihindari. Kebanyakan akan datang dari orang-orang yang tidak percaya dengan kemampuan Anda. Fokus pada tanggung jawab yang baru dipegang dan biarkan komentar sumbang berlalu. Buktikan dengan hasil nyata bahwa Anda mampu memimpin.

Remember! Kepemimpinan berbicara tentang fungsi bukan posisi, so berfungsilah sebagai seorang pemimpin dan jangan jadi pemimpin yang NATO (no action talk only).

Chandra Ming ( CEO of Mingholdings)

Jangan Hanya Berpikir Kerja untuk Uang, tapi Passion

Bernas.id – Chandra Ming menyebut banyak orang bermimpi untuk sukses, tapi hanya sedikit yang bangun dari mimpinya dan mulai bekerja keras dalam mencapai mimpinya. Untuk mencapai kesuksesan, salah satu rintangan yang cukup unik dan nyata adalah persaingan.

“Uniknya, di Indonesia tidak semua orang bersedia bersaing dengan sehat, seringkali fitnahan menjadi senjata umum yang digunakan untuk menjatuhkan lawan. Selain itu, mengenai kekalahan, kebanyakan masih belum siap kalah. Lucunya bukan hanya tidak siap kalah, melainkan juga tidak siap menang. Ketika menang langsung tinggi hati dan tidak lagi membumi sehingga tidak siap menghadapi persaingan itu,” ungkapnya ke Bernas.

Dukungan dari keluarga dan rekan-rekan kerjanya berperan atas apa yang dicapainya saat ini karena telah diberikan kepercayaan kepadanya untuk terus mengembangkan bisnis HR Tech. Baginya, keluarga dan rekan kerja merupakan bagian dari setiap kesuksesan yang dicapainya selama ini. Dalam pencapaiannya, ia pernah berhasil membawa JobsDB menjadi website nomor satu di Indonesia.

“Saat ini, saya fokus menjadi CEO of Mingholdings  dan Karirpad yang bergerak dalam bidang HR Tech, menaungi Karirpad.com sebagai job portal, dan Arcigee Indonesia sebagai executive search firm,” imbuhnya.

Untuk pengalaman unik di pekerjaan, ia menyebut bahwa dirinya terlalu fokus dalam membangun usaha sehingga kadang lupa tentang sebuah pencapaian. ”Terlalu fokus dan menikmati membangun usaha, kadang saya lupa sudah setinggi apa pencapaian saya. Suatu kali saya duduk di cafe, di belakang saya ada suara percakapan yang sekilas saya mendengar, ‘Saya kenal dengan Pak Chandra CEO of Karirpad, nanti saya kenalin Anda dengan dia, dia bisa bantu permasalahan Anda dalam rekrutmen’. Ketika saya menoleh, saya sepertinya belum pernah mengenal orang tersebut dan dia pun melihat saya dan sepertinya tidak mengenal siapa saya. Hal ini menjadi pelajaran bagi saya di mana, enjoying our jobs sometime lebih penting dari apa yang hendak kita capai,” tuturnya.

Dikatakan alasan terus menekuni bidang pekerjaan sampai sekarang ini, ia merupakan pribadi yang menghargai setiap elemen yang ada dalam perusahaan, yaitu people, product, and process.

“Mudah bagi perusahaan untuk menciptakan produk baru, tapi jika tidak didukung dengan sosok pemimpin yang ikut turun tangan dalam mengembangkan sumber dayanya dan mengelola dari setiap proses aktivitas mereka demi perkembangan bisnis, maka perusahaan itu akan bangkrut. Saya memilih di bidang HR Tech karena saya ingin memadukan antara mendapatkan sumber daya manusia yang tepat dibantu dengan perkembangan teknologi untuk meningkatkan setiap bisnis mulai dari perusahaan kecil hingga multinasional, anyway, apa yang saya lakukan ini selama dapat membantu banyak orang mendapatkan pekerjaan impiannya merupakan kebahagian tersendiri buat saya,” bebernya.

Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaan, ia menyebut sulitnya mendapatkan sumber daya yang mau menikmati proses dalam membangun perusahaan bersamanya.

“Tak pernah henti bagi saya untuk memotivasi para karyawan untuk selalu bekerja dengan passion dan hati mereka. Saya juga terus meyakinkan mereka pasti mampu melewati ini semua karena visi saya terhadap perusahaan itu besar dan jika mereka juga turut mendukung saya dengan performance mereka yang bagus pasti kita akan cepat mencapai visi menjadi HR Tech company terbesar di Asia Tenggara,” tambahnya.

Mewujudkan visi menjadi HR Tech Company terbesar di Asia Tenggara menjadi tantangan dalam pekerjaan di masa mendatang. “Beberapa investor datang kepada saya untuk membantu saya mewujudkan visi ini, tetapi belum satupun yang saya menemukan ada “Click” diantara kami. Kali ini karena saya tidak ingin mereka hanya memberikan investasinya, namun beberapa tahun kemudian perusahaan ini redup. Saya tak ingin yang dilakukan hanyalah membakar setiap investasi yang ada tanpa pengertian yang benar sehingga pada akhirnya tidak ada yang memegang kendali perusahaan yang sudah saya bangun dari nol ini,” bebernya.

Ia pun meyakini bahwa bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat karena yang ia lakukan membantu pencari kerja mendapatkan pekerjaan impiannya dan di sisi lain membantu perusahaan menemukan karyawan terbaik mereka. Pada akhirnya akan berdampak pada pengurangan tingkat pengangguran bangsa ini, sekaligus ikut mensejahterakan bangsa ini secara kongkrit.

” Untuk habit khusus selama ini, i’m a simple guy & always straight forward akan apa yang harus dilakukan. Untuk mengembalikan mood agar kembali semangat kerja, outdoor activity such as fishing, mountain tracking, camping, dan sebagainya selalu menjadi cara recharging diri saya,” katanya.

Pengagum sosok Jack Ma ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini. “Lebih dari 20 tahun, saya membangun perusahaan menjadi perusahaan yang membantu banyak orang mendapatkan hidup lebih baik. Saya tidak bilang ini mudah tapi,  dalam mencapai kesukseskan seperti ini, jangan hanya berpikir Anda kerja untuk uang, melainkan bekerjalah karena passion Anda dan keinginan dalam membantu masyarakat. Niscaya, semua proses hasil kerja keras yang Anda lakukan dalam bekerja atau membangun perusahaan sendiri bukanlah hal berat. Untuk saran, jangan pernah berhenti bermimpi, belajar, dan terus melakukan kegiatan positif,” tukasnya.

Peraih The Best Market Driving 2011 ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impian terbesar ke depan. “Launching versi terbaru dari Karirpad.com sebagai job portal yang dapat membantu para pengangguran menemukan pekerjaan terbaik mereka dan untuk sistem dari karirpad, yaitu ‘Recruitment Management System’ dan ‘Applicant Tracking System’ untuk para rekruter atau HR memudahkan menemukan kandidat yang tepat dan berkualitas. Untuk impian, menolong 50 juta penduduk Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan terbaik mereka,” pungkasnya.

Sumber: bernas.id