Menghadapi Atasan Yang Tidak Kompeten

Semua karyawan menginginkan atasan yang ideal, seorang pemimpin yang bisa diteladani, bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi bawahannya, memiliki keterampilan yang tidak diragukan dan seorang pengambil keputusan yang jitu.
Namun tidak sedikit orang yang memiliki jabatan penting tidak memiliki kriteria seorang atasan yang ideal. Mungkin salah satunya adalah atasan Anda. Atasan atau bos Anda mempunyai kepribadian yang sulit dan defensif, jarang mengambil keputusan yang tepat dan tidak bisa menerima masukan bawahannya walaupun sesungguhnya sangat bergantung pada bawahan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan/proyek.
Tentunya saja atasan yang tidak kompeten seperti deskripsi di atas membuat suasana kerja tidak kondusif. Akibatnya produktifitas kerja menurun dan Anda tidak memiliki semangat dan dedikasi terhadap pekerjaan Anda.
Situasi yang memang sulit bagi Anda, namun jangan terburu-buru untuk pindah pekerjaan atau mulai mencari lowongan kerja. Sesungguhnya Anda bisa menjadikan situasi ini sebagai situasi yang menguntungkan Anda. Beradaptasi dengan “gaya” kepemimpinan seperti ini akan menambah pengalaman Anda dalam berkarir.
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam menghadapi bos yang tidak kompeten dan pada saat yang tidak membahayakan pekerjaan Anda adalah sebagai berikut:

  1. Jangan mengambil alih tanggung jawab bos. Lakukan pekerjaan yang jadi tanggung jawab Anda. Anda dibayar untuk melakukan pekerjaan Anda, bukan menjadi bumper setiap kali pekerjaan bos berantakan. Bila perlu simpan job description Anda yang biasanya tertera dalam kontrak kerja.
  2. Ketika menghadapi krisis, sementara bos Anda tidak ada di tempat, mintalah saran dari atasan bos Anda. Hal ini mungkin akan membuat bos Anda tampak buruk di mata atasannya, namun Anda tidak harus bertanggung jawab atas pekerjaan bos Anda.
    Dokumentasikan semua hasil pekerjaan Anda. Hindari kemungkinan bahwa hasil kerja dan ide-ide Anda di claim oleh bos Anda. Cara mudah melakukannya adalah dengan mendokumentasikan setiap hasil pekerjaan Anda dan menyampaikan kepada bos Anda melalui email. Miliki juga fail pribadi pekerjaan Anda beserta kopi semua review pekerjaan Anda.
  3. Berikan performa kerja yang konsisten. Anda adalah seorang professional, berikan yang terbaik untuk perusahaan dan jangan biarkan bos yang tidak kompeten menghalangi karir Anda. Percayalah ada yang memperhatikan hasil pekerjaan Anda selain atasan Anda.
    Jadilah anggota tim yang bisa diandalkan. Bawahan bos Anda mungkin bukan hanya Anda. Bantulah setiap anggota tim Anda agar target kerja tim bisa tercapai.
  4. Amati setiap perubahan dalam perusahaan Anda. Higher management pada akhirnya akan melihat performa bos Anda dan ada kemungkinan terjadi perubahan dalam struktur organisasi. Jika hasil kerja Anda konsisten dan ide-ide Anda untuk pekerjaan selalu cemerlang, bukan tidak mungkin manajemen perusahaan akan menjadikan Anda pengganti bos Anda.
  5. Jauhi lingkaran gossip. Wajar bila Anda membutuhkan tempat untuk mencurahkan uneg-uneg yang disebabkan lingkungan kerja yang tidak sehat. Besar pula kemungkinan bos Anda akan jadi bahan pembicaraan karena tidak kompeten. Namun sangat disarankan Anda untuk ‘mendiskusikan’ pekerjaanAnda dengan orang di luar kantor. Informasi sangat mudah menyebar dalam lingkungan kantor. Gosip bisa berakibat buruk bagi Anda.

Remember! Sebagai orang yang professional, wajib hukumnya bagi Anda untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan, apapun kondisinya. So, sekalipun atasan langsung Anda tidak kompeten, tidak berarti karir Anda terganggu olehnya.

Chandra Ming (CEO Mingholdings)

Mencari Kerja Saat Masih Bekerja

Ketika sebuah pekerjaan tidak lagi memberikan kepuasan, baik dari segi kompensasi maupun hal immaterial lainnya, keinginan untuk pindah kerja adalah hal yang wajar. Mencari pekerjaan baru lebih baik dilakukan ketika Anda masih bekerja, selain karena perusahaan juga lebih memilih kandidat yang masih bekerja daripada yang sudah unemployed, Anda juga masih bisa ‘berjaga-jaga’ jika pekerjaan yang baru tak kunjung Anda dapatkan.

Mencari pekerjaan di saat Anda masih bekerja memang membutuhkan trik khusus. Anda tentunya tidak mau perusahaan sudah mencari pengganti Anda saat Anda masih bekerja dan belum memiliki kepastian mendapatkan pekerjaan baru. Anda juga tidak ingin perusahaan ‘melepaskan’ Anda karena Anda ‘kepergok’ mencari pekerjaan baru. Jika Anda telah bertekad untuk pindah kerja, namun pada saat yang sama Anda juga ingin mempertahankan pekerjaan dan profesionalitas Anda, berikut adalah tips yang bisa dilakukan.

  1. Perhatikan penggunaan Internet dan telepon kantor. Sangat umum bagi karyawan untuk melakukan job search di kantor, namun perhatikan kebijakan kantor mengenai pemakaian Internet. Tentunya tidak ada perusahaan yang mengizinkan karyawannya untuk mencari pekerjaan disaat ia masih bekerja. Jika Anda ingin browsing pekerjaan, lakukan di luar jam kantor atau di rumah. Jangan pernah menggunakan email dan telepon kantor untuk keperluan mencari kerja. Jika Anda harus menerima telepon yang berkaitan dengan pencarian kerja, keluarlah dari area kantor untuk menghindari kemungkinan orang lain bisa mencuri dengar.
  2. Jangan gunakan fasilitas kantor! Jika Anda harus mencetak resume, pakai kertas dan printer Anda sendiri. Perusahaan tidak seharusnya membayar biaya pencarian kerja Anda.
  3. Hindari untuk membicarakan upaya Anda mencari kerja dengan rekan kerja Anda. Lebih baik Anda simpan cerita tentang usaha Anda mencari kerja untuk menghindari hal-hal yang tidak Anda inginkan.
  4. Jadwalkan interview kerja di luar jam kantor. Atur jadwal pada waktu sebelum atau sesudah jam kerja, atau di jam makan siang. Jika perusahaan yang ingin mewawancara Anda tidak bisa melakukan interview di waktu-waktu tersebut, ambil a day off. Namun ambil cuti dengan bijaksana agar tidak mengganggu pekerjaan Anda.
  5. Hati-hati dengan gaya busana Anda. Jangan kenakan busana interview yang formal bila Anda biasa ke kantor dengan busana casual. Jika Anda wanita dan memakai makeup ketika menghadapi interview, jangan lupa untuk menghapusnya kalau Anda tidak biasa memakainya ke kantor.
  6. Jangan memakai nama atasan Anda sekarang sebagai referensi. Jika perlu jelaskan kepada perusahaan yang mewawancarai Anda kalau Anda tidak bisa menggunakannya nama atasan Anda sekarang sebagai referensi karena Anda ingin merahasiakan upaya Anda untuk mencari kerja.
  7. Tetap kerjakan pekerjaan Anda dengan professional. Tetap dedikasikan diri Anda untuk pekerjaan Anda yang sekarang. Jika Anda mulai mengabaikan pekerjaan Anda yakinlah bahwa hal ini akan berakibat buruk bagi kredibilitas Anda dimata perusahaan. Meninggalkan perusahaan dengan nama yang tidak baik akan berakibat pada referensi untuk Anda nantinya.

Remember! Kesuksesan dalam berkarir hanya bisa dibangun, bukan ditemukan. So pastikan Anda lebih giat membangun karir yang telah Anda miliki sekarang ketimbang terus mencari pekerjaan baru.

Chandra Ming (CEO Mingholdings)

Kiat Menghadapi Restrukturisasi

Salah satu cara perusahaan untuk bertahan di tengah situasi ekonomi yang tidak terlalu menggembirakan adalah dengan melakukan restrukturisasi. Perubahan dalam struktur dan strategi perusahaan yang terjadi juga membuat restrukturisasi jadi hal yang lazim dilakukan.
Jika Anda adalah salah satu karyawan yang ‘terkena’ imbas dari restrukturisasi, ingatlah bahwa Anda tidak sendiri. Banyak karyawan di luar sana yang mengalami hal yang sama dan mulai bersiap-siap untuk kembali ke medan pencari kerja.
Berikut adalah strategi agar Anda survive menghadapi restrukturisasi.

  1. Selidiki. Cari informasi hal yang menyebabkan Anda harus ‘pergi’ dari perusahaan. Jika Anda terkena pemutusan hubungan kerja karena perusahaan memang harus melakukan restrukturisasi, mintalah surat referensi. Dokumen ini penting sebagai aset Anda ketika harus mencari kerja lagi. Jika sebab pemutusan hubungan kerja adalah ketidakpuasan perusahaan terhadap Anda, carilah informasi penyebabnya. Dengan demikian Anda dapat memperbaiki kelemahan Anda sebelum Anda mencari pekerjaan baru.
  2. Dapatkan informasi jelas tentang hak-hak Anda. Umumnya karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja mendapatkan uang pesangon. Hubungi HRD dan tanyakan dengan detail mengenai uang pesangon ini. Jika selama bekerja Anda mendapatkan asuransi kesehatan dan jiwa, tanyakan juga apa yang harus Anda lakukan jika Anda ingin melanjutkannya atau menghentikannya. Jika Anda memiliki saham atas perusahaan tempat Anda bekerja selama ini, tanyakan juga apa yang harus Anda lakukan.
  3. Maintain your network. Memang sulit membicarakan masalah pemutusan hubungan kerja dengan rekan kerja yang tidak mengalami hal yang sama. Namun tetap memelihara hubungan baik dengan mantan rekan kerja adalah salah satu cara mendapatkan akses ke informasi lowongan kerja.
  4. Buat prioritas. Terkadang mengalami pemutusan hubungan kerja membantu Anda untuk duduk sejenak dan memikirkan prioritas hidup Anda. Jika Anda ingin terus bekerja, take a deep breath dan mulailah menyusun rencana apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki kualitas Anda sebagai karyawan, baik kualitas teknikal maupun interpersonal.
  5. Lengkapi hal-hal dasar yang dibutuhkan untuk mencari kerja baru. Hal yang utama adalah mengupdate pengetahuan Anda tentang keadaan dunia kerja secara umum, tren kerja di bidang yang Anda minati, dan tentu saja resume Anda. Carilah informasi sebanyak-banyaknya hal mendasar dan baru dalam mencari kerja seperti tips menulis resume yang mencuri perhatian perusahaan, cara sukses menghadapi interview, sampai dengan cara negosiasi gaji.
  6. “Pasarkan” diri Anda dengan efektif. Banyak cara melakukan ini. Anda bisa bergabung dengan di media penyedia informasi lowongan kerja online (seperti JobsDB.com) atau bergabung dengan milis yang fokus pada lowongan kerja.
  7. Keep the positive mind and attitude. Mengalami pemutusan hubungan kerja memang sulit, namun Anda bisa melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk meraih karir impian Anda di tempat lain dan mendapatkan kepuasan kerja yang baru. Bersikap dan berpikir positif juga akan membantu Anda untuk tetap tenang dan bijaksana menghadapi tantangan baru dalam mencari pekerjaan bahkan karir baru.

Survive dari restrukturisasi bisa dilakukan dengan sukses bila Anda memiliki target yang jelas, rencana kerja yang tepat dan sikap positif.

Remember ! Krisis tidak hanya membuat Anda semakin kuat, tetapi juga memunculkan siapa diri Anda sebenarnya. So, siapkan diri Anda sebelum krisis datang ke dalam kehidupan Anda.

Chandra Ming (CEO Mingholdings)

Ketika Anda Melakukan Kesalahan di Kantor

Kesuksesan dalam berkarir bisa diperoleh dengan performa yang baik secara konsisten. Sebagai karyawan, Anda tentu ingin menunjukkan performa terbaik dalam bekerja. Melaksanakan setiap tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya, bahkan dengan sempurna, adalah salah satu cara untuk untuk menunjukkan kompetensi Anda.

Dalam dunia kerja, tidak selamanya alur pekerjaan Anda akan berjalan mulus dan sempurna. Terkadang tanpa disengaja, things out of your control sehingga kesalahan, baik kecil bahkan fatal terjadi. Kesalahan dalam pekerjaan tidak hanya mempertaruhkan kredibilitas Anda, tetapi juga kinerja setiap anggota tim.

Namun, kesalahan adalah hal yang wajar dilakukan manusia. Sayangnya, kita umumnya dibesarkan dalam budaya yang menganggap bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang memalukan dan menunjukkan kelemahan.

Padahal menurut Stephen Harvard Davis dalam bukunya “Why Do 40% of Executives Fail?”, membuat kesalahan dalam melakukan pekerjaan adalah bagian penting dari proses belajar untuk maju. Menurut Davis lebih lanjut, “if you don’t make mistakes, you don’t learn”.

Bagaimana dengan bijaksana memperbaiki kesalahan dan dampak yang ditimbulkannya? Hal apa yang perlu dilakukan untuk move on setelah melakukan kesalahan? Berikut ini adalah hal-hal lain yang sebaiknya Anda perhatikan pasca melakukan kesalahan dalam pekerjaan Anda.

  1. Sampaikan segera dengan jujur pada atasan Anda tentang kesalahan yang telah Anda perbuat. Jangan menutupi kesalahan tersebut walaupun Anda enggan untuk mengungkapnya. Semakin lama Anda menunda untuk berkata jujur, akan semakin kecewa atasan dan rekan kerja Anda pada akhirnya. Ingat! Keterbukaan adalah awal dari pemulihan.
  2. Ucapkan permintaan maaf dengan tulus. Berbesar hati lah dan ucapkan permintaan maaf secara langsung, baik kepada atasan maupun pada rekan sekerja. Tunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesali kesalahan yang telah Anda buat. Jangan lupa untuk menyampaikan komitmen Anda untuk tidak melakukannya lagi.
  3. Jangan menyalahkan orang lain atau faktor lain. Menyalahkan rekan Anda akan membuat Anda kehilangan respek dari anggota tim lainnya. Menimpakan kesalahan pada faktor lain juga akan memberikan kesan bahwa Anda tidak memperhitungkan dengan cermat pekerjaan Anda dan tidak bertanggung jawab.
  4. Sampaikan alasan terjadinya kesalahan tesebut. Jelaskan hal-hal yang menyebabkan kesalahan tersebut terjadi. Jika kesalahan terjadi karena kecerobohan Anda, sampaikan dengan jujur. Secara terperinci, jelaskan juga rencana dan kesiapan Anda luntuk memperbaiki kesalahan dan kerugian yang ditimbulkan dari kesalahan itu.
  5. Jangan menyalahkan diri Anda secara berlebihan di depan anggota tim lain.Terus-menerus menyebutkan kesalahan Anda akan memberikan pengaruh negatif untuk anggota tim yang lain. Yang perlu Anda lakukan adalah jujur akan kesalahan Anda kepada boss dan rekan kerja, minta maaf lalu perbaiki kesalahan tersebut. Anda harus melanjutkan kehidupan Anda sebagai karyawan. Menyalahkan diri sendiri secara berlebihan tidak akan meringankan kesalahan yang telah Anda buat.
  6. Cobalah belajar dari kesalahan Anda. Walaupun terdengar sulit, jadikanlah kesalahan atau kegagalan dalam pekerjaan jadi pelajaran berharga bagi Anda. Seperti yang dikatakan Davis, melakukan kesalahan adalah sebagian dari proses belajar. Seorang penulis James Joyce juga mengatakan bahwa “mistakes are the portals of discovery”. Kesalahan adalah pintu menemukan hal-hal baru. Lihatlah kesalahan yang Anda lakukan sebagai jalan untuk mengetahui hal-hal baru.Dengan demikian rasa percaya diri Anda akan tumbuh kembali dan siap menerima tanggung jawab lagi.
  7. Perbaiki kesalahan Anda dengan resiko Anda sendiri. Jangan segan untuk lembur dan mengorbankan waktu makan siang untuk memperbaiki kesalahan yang telah Anda lakukan. Kesungguhan mendedikasikan waktu ekstra untuk membenahi dampak akibat kesalahan Anda akan membantu memperbaiki citra Anda di mata rekan dan atasan.

Remember! Salah satu hal tersulit dalam hidup kita adalah “mengakui kesalahan dan kelemahan kita.” Tetapi yakinlah bahwa tidak ada orang yang sukses tanpa melalui kegagalan terlebih dahulu. So bangkit, akui, minta maaf dan perbaiki kesalahan Anda sekarang!

Chandra Ming (CEO of Mingholdings)

Tentukan Target Karir Anda

Dalam bekerja dan berkarir, salah satu cara memotivasi Anda sebagai karyawan agar tetap bersemangat tinggi adalah dengan menetapkan target karir yang harus dicapai. Target yang dimaksud bukanlah target yang ditetapkan perusahaan, namun yang di set oleh Anda pribadi.

Target yang tercapai akan memberi Anda kepercayaan diri lebih dalam bekerja dan berkarir. Selain itu, pencapaian tersebut juga akan jadi motor yang mendorong Anda untuk terus maju dalam pekerjaan dan karir Anda.

Pencapaian atau target yang ingin Anda raih bisa berbentuk apa saja. Contohnya, Anda ingin menjadi manager dalam waktu 5 tahun, atau Anda ingin gaji Anda naik dalam jangka waktu 6 bulan. Apapun bentuk target itu, pastikan hal tersebut akan mendorong Anda untuk bekerja lebih giat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan target kerja dan karir adalah.

  1. Tuliskan target Anda. Tuliskan hal-hal yang ingin Anda perbaiki dalam menjalankan pekerjaan, hal-hal positif dan negatif dari pekerjaan Anda. Kemudian tuliskan target Anda secara terperinci, lengkap dengan target waktu dan usaha yang diperlukan untuk mencapai target tersebut. Lalu jadikan keduanya reminder untuk tetap konsisten meraih target.
  2. Jangan ragu untuk minta bantuan dari orang lain. Saat semangat Anda mulai melemah karena Anda menghadapi kegagalan dan dead lock dalam pencapaian target Anda, carilah dukungan dari orang lain. Bantuan tersebut bisa berasal dari senior Anda di kantor atau siapa saja, dan bisa dalam berbagai bentuk seperti nasehat, mentoring, bimbingan karir dan lain sebagainya.
  3. Lakukan tindakan nyata. Target hanya akan jadi sekedar mimpi jika tidak ada tindakan nyata yang diambil. Cara terbaik adalah dengan kerja keras dan komitmen untuk meraihnya. Jika dalam meraih target Anda perlu mengasah keterampilan Anda, maka carilah jalan untuk belajar. Jika Anda harus lembur demi pekerjaan, lakukanlah tanpa mengeluh.
  4. Review setiap pencapaian. Penting untuk memantau setiap pencapaian yang Anda capai agar Anda bisa mempersiapkan diri maju ke langkah selanjutnya dalam rencana kerja Anda. Review juga bisa jadi bahan evaluasi agar kesalahan dan kekurangan di masa lalu tidak terulang di masa yang akan datang. Terbukalah pada setiap kritik dan masukan dari orang lain karena ini juga kesempatan untuk terus memperbaiki performa Anda.
    Rayakan setiap pencapaian. Jangan lupa untuk memberikan penghargaan kepada diri Anda setiap kali Anda berhasil mencapai target, sekecil apapun itu. Setiap langkah pencapaian akan jadi motivasi untuk terus meraih target kerja dan karir selanjutnya.

Remember! Tanpa target, Anda akan berjalan di tempat. Kalaupun Anda memaksakan untuk berjalan, Anda akan tersesat. So, tuliskan target kerja dan karir Anda sekarang!

Chandra Ming (CEO of Mingholdings)

Menerima Kritik di Tempat Kerja

Walaupun Anda bekerja dalam tim, terkadang ada pekerjaan yang harus dijalankan sendiri tanpa campur tangan rekan kerja. Hasil kerja Anda umumnya membutuhkan masukan dari rekan kerja atau atasan untuk mengetahui kesalahan apa yang perlu diperbaiki atau kekurangan yang harus ditambahkan. Tentunya tidak semua masukan dari anggota tim akan diikuti, karena sebagai pelaksana dari pekerjaan tersebut, Andalah yang paling mengetahui kritik atau saran mana yang bisa diaplikasikan.

Terkadang ada anggota tim yang menyampaikan komentar yang tidak mengenakkan. Terdengar negatif, sehingga Anda menganggapnya sebagai kritik. Bentuk kritik apapun, baik membangun atau menjatuhkan, membutuhkan keterampilan dan cara tersendiri agar Anda tetap dapat melihatnya sebagai masukan yang dapat memberikan kontribusi baik bagi hasil kerja Anda.

Berikut ini adalah cara bijaksana menghadapi kritikan mengenai hasil kerja Anda.

  1. Terima kenyataan bahwa Anda tidak sempurna. Kesalahan adalah hal yang jamak terjadi. Siapkan diri Anda bahwa rekan kerja akan memberikan kritikan terhadap hasil kerja Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah meminimalisir error dalam pekerjaan Anda dan mengantisipasi setiap kesalahan.
  2. Antisipasi setiap kritik dengan bertanya pada diri sendiri, apa yang bisa saya pelajari dari kritik ini? Apa yang bisa saya pelajari dari kritikan terhadap hasil kerja saya? Setiap kali darah Anda mulai mendidih karena kritikan pedas rekan kerja, ajukan pertanyaan ini ke diri Anda.
  3. Perhatikan kritik dengan seksama. Hal ini untuk menghindari kesalahan yang sama di masa yang akan datang. Catat masukan mereka dan perbaiki kesalahan tersebut. Jangan berpikir bahwa harga diri Anda akan jatuh karena mengakui kesalahan Anda, namun patut di ingat bahwa yang terpenting adalah memberikan yang terbaik bagi perusahaan.
  4. Don’t take it personally and be positive. Kritik pedas rekan kerja terhadap hasil kerja Anda tidak berarti bahwa dia tidak menyukai Anda secara pribadi atau menganggap Anda tidak kompeten melakukan tugas Anda. Rekan Anda hanya ingin Anda melakukan yang terbaik dan terus meningkatkan performa kerja Anda. Ingatlah bahwa yang dikritik adalah hasil kerja bukan Anda secara pribadi.
  5. Jangan hanya fokus dengan kritik negatif. Orang mempunyai kecenderungan untuk hanya mendengar hal-hal negatif dan tidak menghiraukan hal positif yang sesungguhnya bisa diambil dari kritik tersebut. Buka pikiran Anda dan temukan hal positif dari setiap kritik rekan kerja maupun atasan.
  6. Analisa setiap kritik yang datang. Anda membutuhkan waktu untuk memproses setiap kritik. Keputusan ada ditangan Anda, apakah Anda menerima kritikan tersebut dan memperbaiki hasil kerja Anda atau bahkan tidak melakukan apa-apa. Namun, jika kritikan yang sama mulai sering terdengar, perhatikanlah. Ada kemungkinan bahwa memang hasil pekerjaan Anda tidak cukup baik. Jika demikian, perbaiki cara kerja Anda.
  7. Acuhkan jika kritik tersebut tidak membangun. Jika Anda menerima kritik yang tidak membangun bahkan cenderung menjatuhkan, tidak ada cara yang lebih baik selain mengacuhkannya. Kritikan yang tidak membangun akan melukai rasa percaya diri Anda yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja dan produktifitas Anda sebagai karyawan. Bagaimana contoh kritikan destruktif? Pemakaian kata-kata seperti bodoh, goblok atau kata yang bisa melemahkan rasa percaya diri adalah contoh kritikan yang patut diabaikan. Secara umum kritikan seperti ini tidak akan meningkatkan performa kerja Anda sebagai karyawan.

Remember! Yang membuat Anda tersinggung adalah karena Anda meletakkan harga diri Anda di atas penampilan Anda, baik itu prestasi, kekayaan, jabatan atau apapun juga yang sifatnya fana. Sebaliknya, jika Anda meletakkan rasa berharga Anda di atas apa adanya diri Anda sebagai manusia ciptaan Tuhan yang tidak kekal, Anda tidak akan mudah tersinggung dan berlapang dada ketika menerima kritik.

Chandra Ming (CEO of Mingholdings)

Cintai Pekerjaan Anda

Pernahkah Anda merasa ketika bangun di pagi hari, Anda merasa sangat malas untuk memulai hari Anda? Membayangkan pekerjaan yang menumpuk, boss yang menyebalkan, suasana kantor yang tidak nyaman membuat Anda semakin enggan meninggalkan tempat tidur.

Anda tidak sendiri. Menurut penelitian yang di lakukan di Amerika, sekitar 1 juta orang setiap harinya berpura-pura sakit agar tidak harus ke kantor. Bahkan ada penelitian yang menyatakan bahwa 87% karyawan tidak menyukai pekerjaan mereka.

Confucious, seorang filsuf Cina yang terkenal pernah mengatakan bahwa “Choose a job you love and you will never have to work a day in your life”. Namun pada kenyataannya menemukan pekerjaan yang dicintai dan pada saat yang sama juga bisa memenuhi kebutuhan hidup Anda bukan pekerjaan yang mudah.

Selain masalah finansial yang masih jadi faktor no 1, fakta bahwa mencari pekerjaan adalah hal yang sulit, apalagi di tengah kondisi ekonomi dan dunia usaha dalam negeri yang seringkali mengalami pasang surut, menambah daftar alasan Anda harus bertahan dengan pekerjaan yang tidak Anda cintai.

Jika saat ini masih terasa sulit untuk menemukan pekerjaan yang Anda cintai dan impikan, Anda sebenarnya bisa belajar untuk mencintai pekerjaan yang telah Anda miliki. Berikut ini adalah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk belajar mencintai pekerjaan Anda.

  1. Cari faktor penyebab Anda tidak mencintai pekerjaan Anda dan perbaikilah.Jika penyebabnya adalah beban kerja yang terlalu banyak, delegasikan pekerjaan Anda. Gaji Anda terlalu kecil? Ajukan kenaikan gaji atau pikirkan pekerjaan tambahan yang bisa menambah penghasilan. Rekan kerja yang menjengkelkan? Ampunilah, namun tentu saja tetap bersikap professional. Jika mereka membawa suasana negatif, tinggalkanlah mereka.
    Walau terdengar sulit, namun cobalah untuk bersyukur. There is always silver lining for everything. Setidaknya Anda tidak termasuk di dalam 9,43 juta jiwa pengangguran yang ada di Indonesia saat ini.
  2. Temukan cara untuk tumbuh dan berkembang di perusahaan. Jadikan promosi sebagai target karir Anda dan pelajari keahlian baru yang bisa meningkatkan nilai Anda.
    Beranikan diri Anda untuk menerima tanggung jawab baru dan ciptakan hal-hal baru di pekerjaan Anda.
  3. Lebih bersosialisasi dan kenali lebih dekat rekan kerja bahkan atasan Anda.Terkadang dari orang sekitar Anda justru bisa mendapatkan pelajaran dan hal lain yang berharga.
    Temukan hal-hal positif dari kepemimpinan bos Anda. Bos Anda tidak jadi atasan Anda jika ia tidak memiliki kelebihan. Buat hal-hal yang bisa dijadikan pelajaran berada di bawah kepemimpinannya.
  4. Ingatlah bahwa Anda tidak harus terus bertahan melakukan pekerjaan yang Anda tidak cintai. Namun di saat yang sama, ketimbang mengeluh dan meratapi nasib Anda, lebih baik Anda menemukan cara untuk meraih pekerjaan dan karir impian Anda dan juga belajar mencintai pekerjaan yang telah Anda miliki saat ini.

Remember! Beberapa orang bermimpi untuk sukses, sementara beberapa orang bangun dan bekerja keras untuk mewujudkannya. So, let’s do it now!

Chandra Ming (CEO of Mingholdings)

Tips Jitu Bangkitkan Semangat Kerja

Pernahkah Anda merasa pekerjaan yang dulu Anda cintai sekarang terasa menguras energi dan emosi Anda? Setiap hari, rutinitas Anda sebagai seorang karyawan dimulai oleh hal yang sama. Bangun pagi, menghadapi macet di jalan, menjawab email, menerima telepon, menghadapi pekerjaan dan bos yang sama setiap hari. Hidup Anda seakan seperti serangkaian film lama yang diputar berulang-ulang. Tantangan yang dulu diberikan pekerjaan Anda sekarang hanya sekedar rutinitas yang melelahkan belaka.

Terasa sangat membosankan bukan?

Walaupun Anda mencintai pekerjaan Anda, ada saatnya ketika Anda merasa bosan dan letih dengan pekerjaan dan keseharian Anda. Lebih parah lagi, Anda mungkin merasa load pekerjaan Anda terlalu banyak, tidak ada penghargaan yang sesuai dengan pekerjaan Anda bahkan Anda merasa underpaid.

Sebelum Anda mengambil langkah drastis seperti pindah kerja, berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk membangkitkan semangat lagi terhadap pekerjaan Anda.

  1. Cuti. Memaksakan diri untuk terus bekerja ketika Anda tak bersemangat dan merasa tidak berenergi akan sia-sia. Hasil kerja Anda tidak akan maksimal dan semangat kerja Anda semakin menurun. Lagipula, tips selanjutnya dibawah ini akan lebih maksimal jika dikerjakan setelah Anda kembali dari cuti.
  2. Delegasikan beberapa tanggung jawab Anda. Dengan demikian Anda terhindar dari lelah dan perasaan bosan mengerjakan pekerjaan yang sama setiap hari.
    Temukan proyek baru. Ajukan permohonan kepada bos Anda bahwa Anda ingin mencoba mengerjakan pekerjaan baru. Ingatlah bahwa proyek ini bukan sekedar media untuk menyalurkan kebosanan Anda namun tetap merupakan tanggung jawab Anda.
  3. Add some fun to your work place. Banyak cara untuk melakukan hal ini, seperti bawa puzzle ke kantor, letakkan benda favorit Anda di meja seperti action figure atau mainan lain. Atau lebih dahsyat lagi, pajang foto orang-orang yang Anda cintai seperti istri, anak, orang tua, karena untuk merekalah Anda bekerja dengan keras.
  4. Rencanakan aktifitas yang Anda sukai sepulang kerja. Shopping di malam hari, bertemu teman di kafe atau berolah raga di gym bisa jadi pilihan.
  5. Jika keadaan financial Anda tidak bermasalah, ambil cuti di luar tanggungan. Jangan lihat cuti ini sebagai kesempatan untuk berlibur namun jadikan waktu ini untuk meng-update keterampilan Anda.

Remember! : Motivasi yang paling ampuh adalah motivasi yang datang dari diri Anda sendiri akibat dari pengaruh dari orang-orang yang Anda cintai, so pastikan Anda bekerja untuk orang-orang yang Anda cintai.

Chandra Ming (CEO of Mingholdings)

Tips Mencari Kerja Disaat Krisis

Keadaan ekonomi dunia yang berada di ambang krisis saat ini mengingatkan kita kembali pada masa 10 tahun lalu ketika banyak industri mengalami kemunduran dan karyawan harus kehilangan pekerjaannya. Walaupun banyak ahli mengatakan bahwa keadaan krisis global saat ini tidak mempengaruhi Indonesia seperti tahun 1998 lalu, namun tidak bisa dihindari bahwa beberapa sektor yang terkait akan mengalami perubahan, paling tidak restrukturisasi.

Dengan jumlah pengangguran yang telah mencapai 9,43 juta jiwa (sampai dengan Februari 2008 berdasarkan info dari BPS), bukan tidak mungkin angka itu akan terus bertambah ketika krisis global akhirnya berdampak besar pada negara ini.

Tidak ada salahnya bersiap. Jika nantinya Anda jadi salah satu orang yang terkena imbas dari krisis ekonomi global, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda aplikasikan untuk mencari kesempatan lain di tengah iklim ekonomi dalam negeri yang tidak kondusif.

  1. Tentukan dan tuliskan target Anda dengan spesifik. Kemampuan untuk menentukan target dan membuat rencana untuk mencapainya adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki seorang profesional. Jangan lupa bahwa Anda harus membuat target dan rencana yang sesuai dengan kemampuan dan situasi yang ada. Menuliskan target juga berfungsi sebagai reminder kemajuan atau kemunduran yang Anda alami.
  2. Curahkan waktu dan energi Anda untuk melaksanakan rencana yang telah Anda formulasikan. Dalam hal ini, pilih dengan seksama pekerjaan dan perusahaan yang Anda “incar” dan selalu update dengan informasi mengenainya.
  3. Jika memungkinkan, fokuskan target Anda di bidang yang justru mengalami pertumbuhan di masa krisis. Contoh: ketika harga minyak bumi meroket, permintaan akan sumber energi lain yang lebih murah meningkat. Fokuskan pencarian Anda di bidang ini atau bidang lain yang tidak terkena dampak krisis.
  4. Manfaatkan dan kembangkan jejaring Anda. Jangan menutup diri dari pergaulan ketika Anda kehilangan pekerjaan atau sedang mencari kesempatan yang baru. Justru inilah saatnya memanfaatkan network Anda untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan kesempatan kerja yang Anda inginkan.
  5. Perhatikan detail ketika mencari pekerjaan. Kemungkinan besar banyak orang yang berburu pekerjaan seperti Anda. Perhatikan setiap detail dalam melamar pekerjaan agar resume Anda stand out dari resume lainnya. Tips khusus; buat sendiri surat lamaran Anda dan hindari memakai template yang banyak dipakai orang, sesuaikan tiap surat lamaran dan CV Anda dengan kualifikasi perusahaan, dan tindak lanjuti setiap interview dengan menelpon perusahaan yang bersangkutan.
  6. Jadi freelancer. Jika Anda punya keahlian lain yang menghasilkan income, jangan segan untuk memanfaatkannya, sambil tetap mencari kesempatan yang telah Anda targetkan. Banyak contoh membuktikan bahwa menekuni pekerjaan paruh waktu bisa memberikan penghasilan lebih besar dibandingkan bekerja dibidang formal.
  7. Terbuka terhadap banyak kesempatan. Walaupun Anda telah memiliki target yang spesifik, bukan berarti Anda tidak mempertimbangkan tiap kesempatan yang datang ke hadapan Anda. Menjadi fleksibel bukan berarti Anda tidak konsisten terhadap diri sendiri, namun menunjukkan bahwa Anda bisa beradaptasi terhadap perubahan yang Anda.
  8. Tetap objektif. Orang biasanya jadi emosional dan subjektif ketika keadaan tidak berjalan sesuai dengan rencana. Ingatlah bahwa Anda tidak bisa mengontrol keadaan di luar sana, seperti kondisi krisis global, atau pasar saham yang fluktuatif. Namun Anda bisa mengontrol emosi Anda. Kehilangan kesabaran dan akal sehat hanya akan memperburuk situasi. Tetap “cool” dan berusahalah untuk berpikir objektif.
  9. Be positive and optimist. Hal terpenting saat mencari kerja di saat keadaan ekonomi yang sulit adalah mempertahankan sikap positif dan optimis. Walaupun terdengar klise, kedua sikap ini akan membuat Anda tetap bersemangat mencari kesempatan yang terbaik untuk Anda. Tetap ingatkan diri Anda bahwa kesulitan ini, seperti kesulitan-kesulitan lain dalam hidup, akhirnya akan berlalu.

Remember! Masa depan Anda di tangan Anda.

Chandra Ming (CEO Mingholdings)

Leaders, Atasi Konflik Karyawan Anda Dengan Bijaksana

Bayangkan adegan ini , tiba-tiba salah satu bawahan Anda menemui Anda dan mengungkapkan kekecewaannya. Dengan penuh emosi, karyawan tersebut mengeluhkan rekan kerjanya dan perseteruan yang sedang ia hadapi. Ia minta Anda sebagai pemimpin untuk segera mengambil tindakan. Apa reaksi Anda?

Wajar jika di kantor terjadi konflik. Bekerja di lingkungan yang kadang penuh persaingan, dengan berbagai karakter dan latar belakang yang berbeda, membuat perbedaan pendapat, perselisihan dan ketidakpuasan sangat mungkin terjadi

Jika sebuah konflik mengganggu kinerja karyawan dan tim, sebagai pemimpin, Andalah yang diharapkan bisa mengatasi konflik tersebut. Dan ingatlah, cara Anda mengatasi konflik tersebut akan mempengaruhi kepemimpinan Anda di mata karyawan.

Berikut adalah langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi konflik antar karyawan.

  1. Dengarkan kedua belah pihak. Untuk memberikan solusi yang tepat, Anda harus tahu persoalan dari berbagai sisi. Dengarkan versi masalah dari tiap karyawan yang terlibat. Membiarkan mereka mengeluarkan pendapat dan perasaan, membantu menenangkan mereka agar lebih siap untuk berkompromi dan negosiasi.
  2. Tunjukkan empati kepada kedua belah pihak. Tunjukkan bahwa Anda mengerti situasi yang sedang terjadi. Hal ini tidak berarti Anda harus setuju dengan pendapat karyawan, tapi tunjukkan bahwa Anda memahami duduk persoalan.
  3. Fokus pada masalah, bukan pada pribadi yang bermasalah. Ingatkan dan jaga agar mereka tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi pada saat ini, tanpa mengaitkan masalah dengan hal-hal yang tidak relevan. Hal ini juga berlaku untuk diri Anda sebagai seorang pemimpin.
  4. Tanyakan pendapat mereka. Tanyakan apa menurut mereka yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Apakah mereka bersedia untuk mendiskusikan masalah mereka? Apakah mereka bersedia untuk melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain? Apa solusi yang diusulkan dari masing-masing pihak?
  5. Be a good sheperd. Tuntun tiap pihak untuk mendapatkan consensus akan konflik mereka. Yakinkan mereka bahwa negosiasi dan kompromi adalah hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan win-win solution.
  6. Buat keputusan. Setelah solusi didapat, buatlah keputusan yang jelas dan tegas, lalu tetap monitor situasi dan perkembangan pasca konflik.

Seperti yang telah disebutkan di awal, konflik di kantor adalah hal yang wajar. Namun, sangat penting untuk mengatasinya dengan efektif karena konflik bisa berdampak bagi kinerja tim secara keseluruhan. Konflik berkepanjangan bisa berdampak negatif bagi hubungan antar karyawan dan suasana kerja.

Remember! Setiap konflik harus diakhiri dengan keputusan Anda sebagai seorang pemimpin. So, buatlah keputusan karena seorang pemimpin dinilai dari keputusan yang ia ambil. Dengan tidak membuat keputusan, Anda sebenarnya telah membuat keputusan yang bernama “Tidak Ada Keputusan!”

Chandra Ming (CEO of Mingholdings)